Sunday, July 19, 2015

Cara Memotret Kue


Gambar screenshot di atas memperlihatkan sebuah foto yang di-upload pada hari Minggu (19 Juli 2015) oleh seseorang ke sebuah grup di Facebook yang bernama grup "Resep kue, masakan dan minunan." 
Kuenya terlihat biasa-biasa saja, tidak ada istimewanya. Yang membuat foto itu nampak "istimewa" adalah adanya penampakkan jari-jari kaki yang begitu dekat sekali dengan kuenya. Bahkan sepertinya jempol kakinya itu bersentuhan dengan kue. Dengan melihat foto itu kita bisa langsung tahu kalau kue itu diletakkan di lantai. Ini bukan cara yang benar untuk memotret kue ataupun makanan lainnya. Seharusnya makanan diletakkan di atas meja. Jika terpaksa diletakkan di lantai maka lantainya harus dialasi dulu dengan kain yang bersih dan lebar agar bentuk kotak-kotak lantainya tidak ikut terfoto. Jika makanan diletakkan dibangku maka bangkunya pun harus ditutupi dulu dengan sehelai kain yang bersih, tetapi jangan menggunakan kain gendongan bayi ataupun kain sarung karena jadi terkesan jorok. Kembali pada foto di atas, dengan melihat foto itu saya lalu berpikir "kenapa orang yang membuat dan meng-upload foto itu tidak mengecek dulu hasil fotonya sebelum di-upload ke media sosial?"
Kemungkinannya karena orang itu tidak teliti dan ceroboh, terlalu ingin cepat-cepat membuat foto kue lalu meng-upload foto kuenya ke media sosial agar mendapatkan apresiasi dari orang-orang berupa like dan komentar. Seharusnya jika memotret apapun (makanan, orang, pemandangan, dll.) pemotretan dilakukan lebih dari satu kali. Tidak ada batasan harus berapa kali memotretnya, sebanyak-banyaknya tak apa supaya nantinya bisa dipilih foto mana yang terbaik dan pantas untuk di-upload ke media sosial. Setiap selesai memotret harus langsung dilihat hasil pemotretannya agar langsung ketahuan jika ada kesalahan dalam pemotretan sebelumnya. Ulangi lagi pemotretan sampai didapatkan hasil foto yang memuaskan. Jika hasil foto agak gelap sebaiknya dicerahkan dulu fotonya dengan menggunakan aplikasi untuk mengedit foto. 
Dan yang terpenting adalah memeriksa dulu foto sebelum di-upload ke media sosial. Pikirkan dulu apakah pantas jika jempol kaki begitu dekatnya dengan kue. Bukankah kue untuk dimakan (dimasukkan ke dalam mulut), sedangkan kaki untuk berjalan (menginjak lantai dan jalanan).  

Saturday, July 18, 2015

Felt Maneki Neko


Hasil percobaan saya membuat Maneki Neko (lucky cat, kucing keberuntungan) dari kain flanel. Proses pembuatannya rumit sekali, jadi tidak saya buatkan tutorialnya.

Wednesday, July 15, 2015

Cara Membuat Bookmark (Pembatas Buku) Dari Kain Flanel Dan Aksesoris Bekas

Bookmark berasal dari bahasa Inggris, kalau bahasa Indonesia-nya adalah pembatas buku. Gunanya pembatas buku adalah untuk menandai halaman buku yang sedang dibaca. Jadi jika misalnya anda sedang membaca sebuah buku, lalu anda merasa lelah dan ingin istirahat dulu, maka anda bisa menggunakan pembatas buku untuk menandai sampai di halaman berapa buku itu sudah anda baca. Supaya jika anda mau melanjutkan membaca tidak bingung mencari halaman buku untuk melanjutkan membaca. Cara menggunakan pembatas buku yaitu dengan menyelipkan atau menyisipkan pembatas buku pada halaman buku. Biasanya pembatas buku dibuat dari secarik kertas atau sehelai pita. Tetapi bisa juga pembatas buku dibuat dari karton, kain, atau bahkan dari bunga dan daun yang dikeringkan lalu dilaminasi atau biasa orang bilang dipres plastik.
Pada tutorial kali ini saya membuat pembatas buku dari bahan kain flanel yang diberi hiasan pada ujungnya dengan memanfaatkan aksesoris bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Misalnya anda memiliki sepasang anting-anting, tetapi suatu ketika anting anda anda hilang sebelah, mungkin karena antingnya jatuh di jalan atau mungkin salah taruh lalu hilang sebelah. Lalu anting yang tertinggal hanya sebelah, dipakai tidak bisa karena cuma sebelah, tetapi dibuang pun sayang. Nah! Jika anda menghadapi situasi seperti itu jangan bingung lagi karena ada solusinya, yaitu dengan memanfaatkan anting yang cuma sebelah itu untuk dijadikan hiasan pembatas buku. Hasilnya adalah pembatas buku yang bagus dan unik. Selain anting, anda juga bisa memanfaatkan bandul kalung untuk menghias pembatas buku dari kain flanel ini.
Tutorial saya buat dalam bentuk video slide yang sudah saya upload ke youtube.


Monday, July 13, 2015

Cara Membuat Tempat Pensil Dari Kaleng Bekas

Tutorial kali ini tentang Cara Membuat Tempat Pensil Dari Kaleng Bekas. Ada tiga video tutorial yang semuanya berupa video slide yang saya buat mengenai Cara Membuat Tempat Pensil Dari Kaleng Bekas.
Di video yang pertama, kaleng dihias dengan menggunakan kantong plastik kresek yang digunting-gunting menjadi rumbai-rumbai, lalu dililitkan ke sekeliling kaleng. Video kedua, kaleng dihias dengan menggunakan tali plastik atau biasa disebut juga dengan tali rafia. Sedangkan di video ketiga, kaleng dihias dengan kertas bekas brosur atau kertas bekas majalah bekas. Dari tiga cara itu semuanya dapat menghasilkan tempat pensil dengan penampilan yang indah dan menarik. Yang penting kreatif dan imajinatif, maka barang-barang yang tak terpakai pun dapat diubah menjadi sesuatu yang menarik dan berguna. Kaleng yang saya gunakan di tutorial ini adalah kaleng bekas sarden (kaleng sarden kemasan paling kecil) karena ukuran kalengnya sesuai untuk dibuat menjadi tempat pensil. Selain itu kaleng sarden juga lebih kokoh dan lebih kuat daripada kaleng minuman soft drink.  Maka saya menggunakan kaleng bekas sarden untuk membuat tutorial ini. Walaupun disebut sebagai kaleng bekas tetapi bukan berarti kaleng yang sudah dibuang ke tempat sampah. Anda salah jika mengartikan demikian. Untuk mendapatkan kaleng ini saya membeli dulu produknya, setelah produknya dikonsumsi lalu kalengnya dicuci bersih dengan menggunakan sabun deterjen lalu dijemur selama beberapa hari hingga bau sarden pada kaleng benar-benar hilang. Jika masih tercium bau sarden maka kaleng harus dicuci ulang dan dijemur lagi hingga bau sardennya benar-benar hilang, barulah kaleng siap untuk dihias agar dapat digunakan sebagai tempat pensil. Kaleng bekas sarden selain dapat dibuat menjadi tempat pensil, juga dapat dibuat menjadi sebuah celengan yang unik dan menarik.
Oke, berikut ini adalah tiga video tutorial tentang Cara Membuat Tempat Pensil Dari Kaleng Bekas.









Sunday, July 12, 2015

Punya Blog Dengan Konten Hasil Copy Paste Kok Bangga Sih??? (Bagian ke-6)

Dalam sehari ini (Minggu, 12 Juli 2015) saya menemukan ada dua blog yang meng-copas  tutorial dari blog saya. Blog copas  yang pertama ditemukan hari ini sudah saya posting di sini.
Blog copas  kedua adalah ---> http://lundergrazz-cm.blogspot.com/2014/08/kerajinan-dari-sabun-dan-hiasan-bunga.html --- yang meng-copas  tutorial saya yang berjudul Cara Membuat Keranjang Bunga Dari Sabun.

Berikut ini adalah screenshot blog copas tersebut :
































Pada bagian akhir dari postingan itu si tukang copas menulis "Itulah pembahasan artikel saya tentang Kerajinan dari sabun dan hiasan bunga", padahal itu tutorial adalah karya saya yang sudah saya posting di blog saya sejak tahun 2011, sedangkan lundergrazz.blogspot.com memposting tutorial itu pada tahun 2014. Berarti sekitar tiga tahun setelah saya memposting tutorial itu di blog ini. Tetapi oleh si tukang copas dianggapnya sebagai karya dia sendiri. Sudah mencuri tutorial milik orang lain, lalu mengklaim pula sebagai karyanya. Benar-benar perbuatan yang mencerminkan sikap tidak tahu malu. Tukang copas memang adalah orang-orang yang pemalas, tidak mampu membuat konten originalnya sendiri, berjiwa pencuri dan penipu. 

Punya Blog Dengan Konten Hasil Copy Paste Kok Bangga Sih??? (Bagian ke-5)

Hari ini, Minggu 12 Juli 2015 saya menemukan ada karya saya lagi yang telah di-copas oleh blog lain yaitu blog http://putlockerfreewatchmovieonline.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-kerajinan-dari-sabun-dan.html
Tutorial yang di-copas berasal dari karya saya yang ada disini. Saya telah memposting tutorial itu sejak tahun 2011, sedangkan dia memposting tutorial yang sama pada tahun 2013.

Berikut ini adalah screenshot dari blog yang meng-copas tutorial karya saya :










































Pada bagian akhir dari postingan itu si tukang copas mencantumkan kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa karya itu adalah hasil percobaan dia (padahal itu adalah karya saya yang dia copas dari blog saya). Bahkan dia tambahkan embel-embel "No Copas" padahal dari tahun postingan jelas ketahuan bahwa saya yang terlebih dahulu memposting pada tahun 2011, sedangkan dia memposting ulang tutorial karya saya itu pada tahun 2013. 
Di bawah ini adalah screenshot-nya :


Anehnya si tukang copas mengatakan agar "Sebaiknya ilmu anda jangan dipendam. Walaupun itu hak milik anda. Berbagilah." 
Lho memangnya siapa yang memendam ilmu? Kalau saya memendam ilmu saya maka tidak akan ada blog saya ini! Dan tidak akan ada tutorial yang dia copas itu! Justru dia bisa mencuri tutorial itu karena saya memposting tutorial itu di blog saya. Jadi siapa yang memendam ilmu? Dari kalimatnya itu kesannya seolah-olah saya memendam ilmu saya.  Padahal saya sudah memposting tutorial itu sejak tahun 2011 !!! Jauh sebelum si tukang copas itu mengoceh tidak karuan seperti itu. 
Lalu ada lagi kalimat yang dibuat oleh si tukang copas yang kalimatnya begini : "Apabila anda mau copas silahkan. Dengan baik hati."
Padahal Google sangat membenci blog copas, jadi jelas dia itu memang berniat jahat! 

Friday, July 10, 2015

Cara Membuat Celengan Dari Kaleng Bekas Dan Kain Flanel

Tutorial kali ini tentang Cara Membuat Celengan Dari Kaleng Bekas Dan Kain Flanel. Walaupun disebut sebagai kaleng bekas, tetapi bukan berarti kaleng yang digunakan dalam tutorial ini berasal dari tempat sampah. Anda salah besar jika mengartikannya seperti itu. Untuk mendapatkan kaleng ini saya membeli dulu produknya berupa ikan sarden kalengan. Setelah dikonsumsi produknya, lalu kalengnya dicuci bersih hingga dapat dimanfaatkan untuk membuat tutorial ini. Begitu pula dengan kain flanelnya, walaupun menggunakan sisa-sisa kain flanel tetapi bukan berarti gratis. Kain flanel ini pun saya membelinya dengan uang, setelah kain flanelnya digunakan untuk berbagai karya saya, lalu masih ada sisa-sisanya sedikit dan inilah yang saya gunakan untuk menghias kaleng sehingga dapat dibuat menjadi sebuah celengan yang menarik. Jadi dalam proses membuat tutorial ini ada biaya bahan baku yang saya keluarkan selain biaya internet untuk meng-upload  tutorial ke blog sehingga dapat anda lihat seperti sekarang ini. Selain ada biaya bahan, saya juga menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk dapat menghasilkan tutorial ini ataupun tutorial-tutorial saya yang lainnya. Hal inilah yang tidak dipahami atau tidak dipedulikan sama sekali oleh para tukang copas  yang suka seenaknya saja mencuri tutorial dari berbagai blog dan website milik orang lain.
Oke sekarang kita lanjut ke tutorial tentang Cara Membuat Celengan Dari Kaleng Bekas Dan Kain Flanel
Untuk membuat celengan ini anda perlu menyiapkan bahan-bahan sebagai berikut :
- kaleng bekas
- kain flanel beraneka warna
- gunting
- lem UHU atau bisa juga menggunakan lem tembak
- jarum jahit
- benang jahit
Cara membuatnya bisa dilihat pada foto-foto tutorial di bawah ini :

1. Letakkan kaleng di atas kain flanel. Lalu dengan menggunakan pensil buatlah pola lingkaran seukuran keliling kalengnya. 

2. Kain flanel digunting mengikuti bentuk pola lingkaran yang telah dibuat. 

3. Buatlah lingkaran flanel sebanyak dua lembar dengan bentuk dan ukuran yang sama. Satu lembar untuk bagian atas kaleng dan satu lembar lagi untuk bagian bawah kaleng. 

4. Ambil selembar kain flanel tadi, lalu buatlah gambar lubang celengan tepat di tengah kain flanelnya. 

5. Gambar lubang celengan tadi lalu digunting sehingga hasilnya seperti terlihat pada foto no.5




6. Foto ke-6 menunjukkan bagaimana cara saya untuk mengetahui apakah kain flanel cukup untuk menutup sekeliling kaleng, yaitu dengan cara melingkarkan kain flanel ke sekeliling kaleng, lalu tandai batasnya dengan pensil. Untuk mengetahui tingginya bisa diukur dengan penggaris. 

7. Kain flanel yang tadi sudah diukur lalu digunting. Saat menggunting, lebihkan untuk jahitan kira-kira 2 milimeter di semua sisi kain flanel. 




8. Karena saya akan membuat celengan dengan tema taman bunga, jadi saya siapkan juga kain flanel berwarna hijau tua untuk dibuat menjadi semak-semak. Ukuran untuk kain flanel hijau ini hanya saya kira-kira saja. Yang pasti panjangnya harus sama dengan panjang kain flanel yang berwarna kuning. Sedangkan lebarnya kira-kira 3 cm.

9. Gunting kain flanel hijau itu dengan motif melengkung-lengkung. Saya langsung mengguntingnya tanpa membuat polanya. Untuk membuat semak-semak ini bentuk lengkung-lengkungnya boleh tidak beraturan.




10. Bentuk semak-semak sudah jadi. 

11. Tempel semak-semak tadi di bagian bawah kain flanel yang berwarna kuning. 




12. Buatlah gambar bunga di atas kain flanel. 

13.  Lalu kain flanel digunting sesuai gambar yang telah dibuat tadi. Hasilnya seperti pada foto ke-13.

14. Buatlah beberapa bunga flanel beraneka warna. Karena saya menggunakan kaleng berukuran kecil untuk membuat celengan ini, jadi saya cukup membuat empat bunga flanel saja. Jika anda menggunakan kaleng berukuran besar, mungkin bunga flanelnya perlu dibuat lebih banyak lagi. 

15. Tempel bunga-bunga flanel tadi di atas kain kain flanel berwarna kuning. 




16. Buat tangkai bunga dengan menggunakan benang berwarna hijau tua. 

17. Foto ke-17 memperlihatkan bunga-bunga yang semuanya sudah diberi tangkai. 




18. Buatlah gambar daun di atas kain flanel berwarna hijau tua. 

19. Kain flanel digunting sesuai gambar daun yang tadi sudah dibuat. 

20. Buatlah sebanyak yang anda butuhkan. Sesuaikan saja dengan berapa banyak bunga flanel yang anda buat. 

21. Tempel daun pada tangkai bunga. 




22. Buat gambar awan di atas kain flanel berwarna putih. 

23. Kain flanel digunting sesuai bentuk awan yang telah dibuat. Lalu tempel awan tadi di atas kain flanel berwarna kuning. 




24. Kain flanel yang sudah dihias tadi lalu dilingkarkan mengelilingi kaleng. Kemudian dijahit dengan menggunakan tusuk feston. 

25. Foto ke-25 memperlihatkan badan kaleng yang sudah tertutup dengan kain flanel. 




26. Pinggiran dari lubang celengan dijahit dengan tusuk feston. 

27. Satukan flanel bagian atas dengan flanel yang berwarna kuning dengan cara dijahit. Gunakan tusuk feston untuk menjahitnya. 

28. Satukan juga flanel bagian bawah dengan flanel yang berwarna kuning dengan dijahit menggunakan tusuk feston. 




Setelah celengan selesai dibuat ternyata ada sesuatu yang kurang. Bagian tengah bunga belum dihias. Lalu saya menggunting kain flanel dengan bentuk lingkaran kecil-kecil beraneka warna. Kemudian lingkaran kecil-kecil itu ditempel di tengah bunga flanel. 

Dan inilah foto hasil akhirnya :


Celengan yang saya buat itu bertema taman bunga. Selain taman bunga, bisa juga dibuat dengan tema lain, misalnya tema hewan, buah-buahan, dan lain-lain. 

Sekian dulu tutorial kali ini. Jika anda suka dengan tutorial ini, cukup di bookmark saja, tidak perlu sampai dicuri alias dicopas sehingga terjadi duplicate content di internet yang tentunya akan merugikan berbagai pihak.