Showing posts with label crochet. Show all posts
Showing posts with label crochet. Show all posts

Monday, August 14, 2017

Bunga Rajut Tiga Tumpuk

Sudah lama juga blog ini tidak di-update, kali ini saya upload sebuah foto bunga rajut hasil karya saya. Polanya saya dapat dari hasil mencari di internet dengan menggunakan google. Bunga rajut ini saya buat dengan menggunakan benang katun dan hook  nomor 3. Cara membuatnya tidak terlalu sulit bagi yang sudah mengerti dasar-dasar ilmu merajut, tetapi memang memerlukan ketelitian dan konsentrasi dalam membuat bunga rajut tiga tumpuk ini karena harus membaca pola dan mempraktekkannya. 

Saturday, January 28, 2017

Tempat Handphone Dari Benang Katun

Kebetulan saya punya benang katun sisa dari membuat tas serut beberapa waktu yang lalu. Daripada benang sisa itu disimpan saja lalu saya coba memanfaatkan benang itu untuk membuat gantungan kunci mini dress.  Lalu hari ini saya iseng-iseng membuat sebuah tempat hp (handphone/hape/telepon seluler) dengan menggunakan benang katun sisa tadi, makanya warna tempat hp ini sama dengan warna tas serut yang saya buat sebelumnya karena benangnya memang sama sih....
Untuk membuat tempat hp ini saya menggunakan tusuk tunggal (single crochet / sc) dan tusuk ganda (double crochet / dc) berselang-seling (sc dc sc dc) dan seterusnya sampai selesai sebaris. Pada baris berikutnya dimulai dengan dc sc dc sc dan seterusnya. Tidak sulit sih motif ini tetapi memang membutuhkan konsentrasi tinggi supaya selang-seling sc dc dan seterusnya itu bisa rapi dan tidak ngaco urutan selang-selingnya itu.
Jadi saya buat dulu selembar rajutan dengan motif sc dc  seperti yang sudah saya jelaskan diatas, setelah jadi selembar lalu lembaran rajutan itu dilipat dua persis di tengah-tengahnya. Kemudian pinggirannya disatukan dengan menggunakan tusuk tunggal (sc).  Yang disatukan cukup pinggir kiri dan kanannya saja, bagian atasnya jangan disatukan sebab bagian atasnya itu untuk memasukkan dan mengeluarkan hp. Setelah pinggirannya disatukan maka jadilah tempat hp ini, tapi masih ada bagian yang kurang yaitu bagian penutupnya. Supaya praktis saya pakai pengancing kait saja. Jadi saya buat dulu tusuk rantai (chain stitch / ch) secukupnya, lalu setelah jadi rantainya dilipat dua persis di tengahnya, lalu dijahit ke salah satu sisi tempat hp (sisi yang menjadi bagian belakang tempat hp), sedangkan bagian depannya saya pasang sebuah kancing bundar. Jadi nanti pengait yang dibuat dari tusuk rantai itu tinggal dikaitkan saja ke kancing bundar itu. Begitulah yang dimaksud dengan kancing kait yaitu kancing yang cara pakainya dengan mengaitkannya ke sesuatu (dalam hal ini dikaitkannya ke kancing bundar). O ya, tempat hp ini juga dilapisi dengan kain furing supaya lebih rapi dan kuat.

Thursday, January 26, 2017

Gantungan Kunci Mini Dress

Beberapa waktu yang lalu saya sudah memposting tentang gantungan kunci model mini dress yang postingannya dapat dilihat di sini.  Nah! Sekarang saya posting lagi masih tentang gantungan kunci model mini dress juga tetapi beda dengan postingan yang dulu. Kalau yang dulu mini dress-nya saya buat dengan menggunakan benang poly. Kalau yang sekarang menggunakan benang katun. Hasilnya jelas beda. Kalau menurut saya hasilnya jauh lebih bagus jika menggunakan benang katun karena mini dress-nya jadi lebih lembut (tidak kaku seperti jika menggunakan benang poly). 

Monday, January 23, 2017

Belajar Bikin Tas Serut


Kali ini saya mencoba membuat tas rajutan dengan model tas serut atau istilah kerennya "drawstring bag" yaitu tas yang ada talinya di bagian atas tas dan talinya itu bisa ditarik untuk menutup dan membuka tas. 
Saya membuat tas ini tanpa menggunakan pola yang utuh, karena pola utuhnya memang tidak ada. Kalaupun ada modelnya pasti beda dengan tas yang saya buat ini. Jadi saya menggunakan pola yang berasal dari sumber yang berbeda-beda lalu saya gabung-gabungkan sehingga jadilah tas serut dengan desain hasil kreasi saya sendiri. Masih bingung? Begini, alas dan badan tasnya saya buat seperti yang biasa orang-orang buat yaitu alas persegi panjang dibuat dengan tusuk tunggal (single crochet) lalu dirajut ke atas untuk membuat badan tasnya. Lalu pada bagian paling atas tas saya hias dengan menggunakan pola edging taplak meja tetapi polanya saya terapkan ke tas. Lalu ujung-ujung tali tas dihias dengan menggunakan tassel alias bandul yang cara membuatnya saya pelajari dari salah satu video tutorial yang ada di youtube. Sedangkan pola bunga dan dedaunan saya dapatkan dari berbagai website tutorial yang ada di internet. Setelah bunga-bunga dan dedaunannya selesai dibuat lalu saya tata semua itu sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan artistik. Itulah sebabnya saya bilang kalau tas ini tidak ada pola utuhnya karena saya menggunakan pola dari berbagai sumber yang berbeda-beda. 
Untuk tali tasnya saya membuatnya dengan cara yang sederhana saja yaitu dengan membuat 200 ch (tusuk rantai) sebanyak tiga helai, lalu ketiganya disatukan dengan cara dikepang seperti mengepang rambut. Hasil kepangannya harus rapat supaya talinya nampak bagus, kuat, dan tidak kendor. 


Foto di atas sewaktu bunga-bunga dan dedaunannya belum dipasangkan ke badan tasnya. Cara memasang bunga dan dedaunan ke badan tasnya dengan cara dijahit satu per satu dengan menggunakan jarum jahit dan benang jahit. Supaya jahitannya kuat benang jahitnya harus di double, atau bisa juga dijahit dengan menggunakan benang rajut tetapi harus menggunakan jarum yang ukurannya besar supaya benang rajutnya bisa masuk ke lubang jarumnya. Kalau dijahit dengan menggunakan benang rajut tidak perlu benangnya di double karena benang rajutnya sendiri sudah tebal dan kuat. 
Setelah bunga-bunga dan dedaunannya dipasang ke badan tas lalu tasnya diberi furing supaya rapi dan kuat. Saya membuat dan memasang furing sendiri dengan dijahit pakai jarum jahit dan benang jahit. Setelah selesai memasang furing maka akhirnya jadi juga tas serut hasil kreasi saya ini.... Lumayan capek banget bikin tas ini padahal tasnya kecil kira-kira ukuran tasnya 16 x 5,5 x 17 cm. Saya menggunakan tusuk tunggal (sc) dari alas tas hingga seluruh badan tasnya. Tusuk tunggal atau single crochet (sc) itu kecil-kecil sekali jadinya, dan lama selesainya, tetapi hasilnya nampak lebih rapi daripada jika menggunakan tusuk ganda (double crochet / dc). Membuat bunga-bunga dan dedaunannya juga lama karena saya harus membaca dan mempelajari polanya. Saya menggunakan pola diagram karena lebih mudah dipahami daripada pola tulisan. 
Hampir sebulan saya menyelesaikan tas kecil ini tetapi hasilnya tidak mengecewakan :)
Tas serut ini modelnya agak berkesan vintage atau klasik karena terinspirasi dari tas-tas yang dibuat dengan gaya rajutan Irlandia (Irish crochet). 



Wednesday, January 4, 2017

Gantungan Kunci Model Mini Dress


Kebetulan ada benang-benang sisa sehingga saya manfaatkan benang-benang sisa itu untuk membuat gantungan kunci model mini dress (baju mini / mungil/ kecil). Saya membuat mini dress rajutan ini tanpa menggunakan pola, jadi langsung dirajut saja benangnya. Sambil dirajut sambil dipikirkan bagaimana langkah berikutnya agar rajutan dapat membentuk sebuah mini dress. Sebenarnya sih jika dicari di Google ada pola mini dress rajutan. Tetapi karena saya sedang malas mempelajari pola, jadi polanya cuma saya lihat asal saja dan saya langsung merajut dengan tidak  melihat polanya. Jadi cuma dikira-kira saja merajutnya yang penting akhirnya jadi juga mini dress-nya. Ini namanya merajut asal jadi saja karena tidak berpedoman pada pola, untunglah hasilnya lumayan bagus, sudah mirip dengan mini dress :)
Untuk hiasannya saya pakai pita warna merah. Sebenarnya pita ini agak kelebaran ukurannya tapi karena adanya pita itu ya sudah dipakai saja untuk hiasan mini dress. Cara menempelkan pita ke mini dress dengan menggunakan lem tembak. Lalu setelah itu dipasangi gantungan kunci dan jadilah gantungan kunci model mini dress rajutan ♥



Saturday, December 24, 2016

Belajar Membuat Tas Rajutan Dengan Motif Kerang


Kali ini saya belajar membuat tas rajutan dengan motif kerang dengan menggunakan dua warna benang. Benang yang saya gunakan adalah jenis benang poly glitter. Masing-masing warna habis satu gulung. 
Tadinya saya mau membuat motif chevron tapi karena hasilnya tidak rapi lalu saya bongkar dan dirajut ulang kembali. Tidak terhitung berapa kali dibongkar dan dirajut ulang berkali-kali, pokoknya selama seminggu tidak jadi apa-apa karena dibongkar melulu. Maklumlah kalau belajar merajut memang begitu, rajutan sering dibongkar dan dirajut ulang untuk mendapatkan hasil rajutan yang memuaskan. Jadi selama seminggu itu cuma alas tasnya saja yang tidak dibongkar karena alas tasnya sudah benar bentuknya. Sedangkan badan tasnya dibongkar berkali-kali dalam proses belajar membuat motif chevron. Sempat juga mencoba beberapa motif lain, entah apa nama motifnya tapi karena saya khawatir benangnya tidak cukup akhirnya balik lagi ke motif chevron. Tetapi motif chevron yang saya buat hasilnya tidak bagus, mungkin karena salah hitungannya, dan karena sudah capek serta bosan selama seminggu cuma bongkar pasang rajutan saja, akhirnya saya putuskan untuk membuat motif kerang saja karena motif kerang ini juga belum pernah saya buat sebelumnya. 


Foto diatas memperlihatkan bagian dalam tas ketika belum difuring.

Pada foto dibawah ini bagian dalam tas sudah diberi furing. Saya membuat dan memasang sendiri furingnya dengan dijahit tangan. Jadi tas ini 100% handmade. 


Setelah diberi furing dan kancing velcro akhirnya selesai juga pembuatan tas jinjing ini. Total waktu hampir satu bulan saya mengerjakan pembuatan tas ini dari awal sampai ke pemasangan furing dan kancingnya. 

Hasil akhirnya adalah sebuah tas jinjing yang cantik dan unik. Handle tas juga kuat karena dirajut menyambung dengan badan tas. 


♥♥♥♥♥


Wednesday, August 10, 2016

Tas Rajutan Dengan Hiasan Sulam Pita

    Tas rajutan ini dibuat dengan menggunakan benang kasur sebanyak dua gulung ukuran sedang dan satu gulung ukuran besar. Benang kasur yang saya gunakan adalah benang kasur produksi "Lie Fung" yang menurut saya kualitas benangnya lebih baik daripada benang kasur merk lain.  Benang kasur "Lie Fung" ini lebih lemas benangnya, dan tidak kaku seperti benang kasur lainnya, sehingga hasil rajutan juga menjadi lebih bagus.

     Saya membuat tas rajutan ini dengan menggunakan tusuk ganda (double crochet) dan sedikit tusuk tunggal (single crochet)  pada bagian atas tas, dan juga pada bagian tali tas saya menggunakan single crochet.  Bagian alasnya saya buat berbentuk oval dengan menggunakan double crochet. Dari alas tas langsung dirajut ke atas untuk membuat badan tas. Nah! Biasanya dengan teknik merajut seperti ini ketika kita naik ke baris (row) berikutnya kita membuat dulu 3 ch, yaitu tiga tusuk rantai (chain stitch). Dan biasanya setelah tasnya jadi maka akan terlihat garis miring  di salah satu sisi tas yang mana garis miring  itu adalah titik-titik pertemuan awal rajutan dan akhir rajutan di setiap baris (row).  Penampakan garis miring  itu tentunya sangat mengganggu keindahan tas rajutan yang sudah susah payah kita buat, karena penampakan garis miring  itu umumnya sangat jelas terlihat. Begitu juga tas rajutan yang saya buat ini pada awal mulanya terdapat garis miring  yang sangat mencolok sekali di salah satu sisi tas dan membuat saya tidak puas dengan hasilnya sehingga saya bongkar lagi tas rajutan saya ketika baru menyelesaikan setengah badan tas. Proses membongkar rajutan ini terjadi berkali-kali, tak terhitung berapa kali saya membongkar dan merajut ulang, bahkan beberapa kali saya merajut ulang dari alasnya lagi. Itulah sebabnya tas rajutan ini baru bisa rampung setelah pengerjaan selama dua bulan.

   Untuk mengatasi penampakan garis miring  pada tas rajutan, saya mencoba mencari caranya dengan browsing di internet. Akhirnya saya menemukan teknik merajut yang disebut standing double crochet.  Ada beberapa tutorialnya di internet, salah satunya ada di sini.  Setelah saya menggunakan teknik merajut tersebut maka hasil rajutan saya menjadi lebih baik, setidaknya garis miring di salah satu sisi rajutan menjadi agak mendingan alias penampakannya hanya samar-samar saja, tidak terlalu mencolok seperti jika kita menggunakan 3 ch di awal baris (row).  Ini pertama kalinya saya menggunakan standing double crochet, memang belum sempurna hasil rajutan saya tetapi jauh lebih baik daripada menggunakan 3 ch

     Bagian tutup tas menggunakan kancing magnet. Ini juga pertama kalinya saya memasang kancing magnet, biasanya saya menggunakan retsleting untuk penutup tas ataupun dompet yang saya buat. Tetapi kali ini saya ingin membuat tas dengan menggunakan penutup berupa kancing magnet. Agak susah memasang kancing magnet ini. Saya menggunakan tang untuk membengkokkan bagian belakang kancing magnet, lalu diketuk-ketuk dengan tang supaya kancing magnet melekat kuat pada tas. Untunglah akhirnya kancing magnet bisa juga terpasang pada tas. Sebelum memasang kancing magnet ini tas sudah selesai diberi hiasan sulam pita dan sedikit hiasan sulam benang. Barulah setelah itu dipasang kancing magnet dan terakhir diberi lapisan kain furing pada bagian dalam tas, dan selesailah tas rajutan ini.


Monday, June 15, 2015

Belajar Membuat Bunga Mawar Rajutan

Iseng-iseng saya belajar membuat bunga mawar rajutan. Saya membuat bunga mawar ini tanpa menggunakan pola, baik itu pola diagram ataupun pola tulisan. Saya hanya pernah melihat foto tutorial di internet tentang cara membuat bunga mawar rajutan, tetapi tutorial itu tidak menjelaskan secara detail tentang berapa ch awalnya. Jadi saya membuat hitungan sendiri saja, dengan membuat 60 ch. 



Dari 60 ch ini saya jadikan 12 kelopak bunga mawar. 



Setelah jadi sebanyak 12 kelopak bunga mawar, lalu selanjutnya adalah menggulung rangkaian kelopak-kelopak tadi sehingga membentuk bunga mawar. 



Kemudian dijahit bagian bawahnya supaya gulungan mawarnya tidak terurai kembali dan bentuk mawarnya tidak berubah.



Setelah selesai dijahit lalu dipasangi peniti bros supaya mawar rajutan bisa digunakan sebagai bros.



Setelah jadi maka bros bunga mawar rajutan akan terlihat seperti pada foto di bawah ini.





Bunga mawar rajutan ini memang belum terlalu bagus hasilnya karena saya baru dalam tahap belajar. Saya share karya saya di blog ini bukan untuk di-copas oleh para blogger pemalas yang tidak bisa membuat konten originalnya sendiri. Saya share karya saya di blog ini agar orang-orang menjadi terinspirasi untuk belajar merajut ataupun belajar membuat kerajinan tangan lainnya secara otodidak. 

Tuesday, April 21, 2015

Video : Cara Membuat Bunga Mawar Rajutan

Bunga rajutan yang paling banyak disukai orang adalah bunga mawar rajutan. Biasanya bunga mawar rajutan digunakan untuk hiasan pada tas, baju, topi, atau produk-produk rajutan lainnya. Bentuknya yang bulat dengan kelopak-kelopaknya yang bermekaran menjadikan bunga mawar rajutan memiliki penampilan yang manis dan memikat. Tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk mengetahui bagaimana cara membuat bunga mawar rajutan.
Video berikut ini berisi tutorial cara membuat bunga mawar rajutan :

 










 

Monday, April 20, 2015

Cara Membuat Handle Tas Rajutan Model Spiral oleh Iin Wibisono

Video ini berisi tutorial cara membuat handle tas rajutan model spiral. Bentuk jadinya bagus, silakan dilihat tutorialnya :


Friday, April 10, 2015

Dompet Rajutan


Ini adalah beberapa buah dompet rajutan yang saya buat dari hasil belajar merajut secara otodidak.

Dompet yang pertama terbuat dari benang nilon berwarna cokelat tua. Model dompetnya sederhana saja, hanya berbentuk persegi panjang yang dilipat di bagian tengahnya, lalu dijahit di kedua sisinya. Sebelum dijahit, dompet dihias terlebih dahulu dengan sulam pita dan benang sulam. Penambahan hiasan dengan sulaman ini dikarenakan pada waktu itu saya hanya membeli satu warna benang nilon (warna cokelat tua) sehingga tidak dapat membuat hiasan bunga rajutan dengan warna lain. Kebetulan saya memiliki sisa-sisa pita dan benang sulam yang kemudian saya gunakan untuk menghias dompet rajutan tersebut.

Dompet rajutan yang kedua dibuat dari benang katun Bali warna merah muda (pink). Alasnya berbentuk oval dan menggunakan tusuk dc (double crochet) dari bawah sampai atas, lalu diakhiri dengan tusuk sc (single crochet) beberapa baris dibagian atasnya. Karena dompet ini menggunakan tusuk dc maka pada bagian pertemuan dc pertama dan terakhir di tiap barisnya terlihat sambungannya. Walaupun rajutan sudah dibongkar beberapa kali dan dirajut ulang beberapa kali pula, tetapi bagian sambungan itu tetap terlihat. Akhirnya saya coba atasi dengan memberi hiasan sulaman pada bagian sambungannya tersebut. Dengan pita dan benang sulam seadanya akhirnya jadilah dompet rajutan yang kedua.

Dompet rajutan yang ketiga menggunakan benang katun Bali berwarna ungu muda. Disini saya mencoba membuat rajutan dengan motif Crocodile Stitch. Alas dompet berbentuk persegi panjang, menggunakan tusuk sc (single crochet). Hasil akhirnya seperti terlihat pada foto ketiga.

Itulah hasil dari saya belajar merajut secara otodidak dengan belajar dari internet. 



Wednesday, April 8, 2015

Tas Rajutan Dengan Benang Katun

Ini adalah tas rajutan yang pertama saya buat. Karena baru belajar membuat tas rajutan maka model tasnya sederhana saja, hanya memakai tusuk dc (double crochet) untuk tasnya dan sc (single crochet) untuk handle-nya. Tas rajutan ini menggunakan benang katun Bali dengan warna bergradasi (biru, ungu, dan kuning).  Bagian dalam tas diberi lapisan kain furing. Bagian luar tas diberi hiasan berupa bunga yang terbuat dari kain flanel berwarna orange. Tas ini diselesaikan dalam waktu lebih dari satu bulan, dikarenakan masih dalam tahap belajar sehingga beberapa kali melakukan kesalahan dalam merajut yang akhirnya tas harus dibongkar beberapa kali dan dirajut ulang dari dasarnya. Beberapa kali pula tas dibongkar dan dirajut ulang dari pertengahan tas.
Setelah tas selesai dibuat, tahap berikutnya adalah membuat tali atau handle tasnya. Saya mencoba beberapa model handle tas rajutan tetapi tidak ada yang cocok sehingga handle dibongkar kembali, hingga akhirnya saya menemukan tutorial How To Make Spiral Crocheted Bag Handle yang dibuat oleh ibu Iin Wibisono. Tutorial tersebut sangat membantu sekali dalam saya menyelesaikan tas rajutan ini.
Setelah berhasil menyelesaikan tas rajutan yang pertama, berikutnya saya belajar membuat Tas Rajutan Dengan Motif Anyaman yang fotonya dapat dilihat di sini.

Tuesday, April 7, 2015

Cara Memasang Kain Pelapis (Furing) Pada Dompet Rajutan

Setelah saya membuat tutorial mengenai Cara Memasang Retsleting Pada Dompet Rajutan, sekarang saya mencoba membuat tutorial mengenai cara memasang kain pelapis atau furing pada dompet rajutan.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Kain pelapis atau furing dipotong sesuai dengan bentuk dan ukuran dompet yang anda buat. Lebihkan kira-kira 1 cm di setiap sisinya untuk jahitan. Lalu jahit kain pelapis atau furing tadi hingga membentuk kantung (lihat foto 1a). Foto 1b adalah tampak bagian bawahnya.
2. Setelah kantung tersebut selesai dibuat, lalu masukkan kantung tadi ke dalam dompet. Atur dan rapikan posisinya, gunakan jarum pentul untuk mempertahankan posisi kantung agar tidak berubah (lihat foto ke-2). Sebelumnya dompet harus sudah dipasangi retsleting terlebih dahulu, cara memasang retsleting pada dompet rajutan dapat anda lihat disini.
3. Foto ke-3 : siapkan jarum jahit dan benang jahit, lalu jahit dengan hati-hati agar hasil jahitan nampak rapi dan benang jahit tidak nampak dari bagian luar dompet. Ini memerlukan ketelitian agar hasilnya rapi.
4. Foto ke-4 adalah hasil akhirnya setelah furing selesai dijahit menyatu dengan dompetnya.
5. Dompet sudah siap untuk digunakan (foto ke-5).
Dompet rajutan yang saya buat ini memakai motif Crocodile Stitch, dan menggunakan benang katun Bali berwarna ungu muda. Alasnya saya buat berbentuk persegi panjang.
Ini pertama kali saya membuat motif Crocodile Stitch. Sambil belajar merajut sambil sekalian belajar membuat tutorial ini. Walaupun masih ada kekurangan disana-sini, tetapi semoga tutorial ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Monday, April 6, 2015

Cara Memasang Retsleting Pada Dompet Rajutan


Pada postingan kali ini saya
mencoba untuk membuat
tutorial cara memasang
retsleting pada dompet
rajutan.

Caranya adalah :
1. Atur posisi atau letak
retsleting pada dompet dan
tahan posisinya dengan
menyematkan sebuah jarum
pentul (lihat foto 1).

2. Setelah disematkan jarum
pentul, maka jika dilihat
dari bagian luarnya akan
nampak seperti pada foto ke
2.

3. Buatlah jahitan jelujur
untuk menyatukan retsleting
dengan pinggiran dompet
(lihat foto ke 3). Gunakan
benang jahit yang warnanya
berbeda dengan warna
retsletingnya.

4. Setelah selesai membuat
jahitan jelujur, tarik
retsleting hingga menutup,
lalu periksa apakah
retsleting sudah terpasang
dengan benar. Apakah
retsleting nampak
mengkerut atau
bergelombang? Jika tidak
ada masalah maka lanjutkan
ke tahap berikutnya (foto ke
5), tetapi jika masih belum
rapi maka julujuran harus
dibuka dan letak retsleting
harus dirapikan kembali
kemudian dijelujur lagi.
Pada foto ke 4 anda dapat
melihat benang jelujuran
yang berwarna hitam itu
nampak jelas dari bagian
luar dompet.

5. Buatlah jahitan halus
dengan menggunakan
benang jahit yang sewarna
dengan warna dompet dan
retsletingnya. Pada contoh
di foto ke 5 ini saya
menggunakan benang
berwarna putih karena
kebetulan saya tidak
memiliki benang jahit
berwarna ungu muda.

6. Setelah selesai
menyatukan retsleting dan
dompet dengan jahitan
halus, maka jelujuran
dengan benang warna hitam
tadi sudah boleh dilepaskan
(lihat foto ke 6).
Sampai disini sebenarnya
dompet sudah jadi dan
sudah bisa digunakan,
tetapi jika ingin hasil yang
sempurna maka dompet
perlu diberi furing di bagian
dalamnya. Dengan memakai
furing maka dompet rajutan
akan terlihat lebih rapi dan
juga menjadi lebih awet.

Sunday, April 5, 2015

Mawar Rajutan

Saya membuat bunga mawar rajutan ini dengan menggunakan benang katun Bali. Mawar yang disebelah kiri adalah mawar rajutan kedua saya yang menggunakan benang katun Bali dengan warna bergradasi. Sedangkan mawar rajutan pertama saya sudah saya pakai sebagai hiasan Tas Rajut Motif Anyaman yang fotonya dapat anda lihat disini.
Mawar yang disebelah kanan adalah mawar rajutan ketiga yang saya buat dengan tetap menggunakan benang katun Bali, warna merah muda (pink). Berhubung benang pink-nya tinggal sedikit, maka bunga mawarnya pun nampak lebih kecil sedikit dibandingkan dengan mawar yang disebelah kiri.
Bunga mawar rajutan ini dapat digunakan sebagai hiasan tas, topi, baju, dan lain sebagainya. Bisa juga dijadikan bros dengan menambahkan peniti di bagian belakangnya.

Tas Rajut Motif Anyaman

Tas rajut motif anyaman ini dibuat dengan menggunakan benang katun Bali berwarna merah muda (pink) sebanyak 1,5 gulung.
Alas tas dibuat berbentuk oval. Cara membuat motif anyaman ini dapat anda pelajari tutorialnya di Youtube mengenai cara membuat Basket Weave Stitch.
Untuk membuat tali atau handle tas, saya menggunakan tutorial yang dibuat oleh ibu Iin Wibisono (tutorial ini juga ada di youtube).
Hiasan tas berupa mawar rajut. Saya menggunakan teknik mawar gulung. Bagian dalam tas dilapisi dengan kain furing. Dari awal pembuatan tas ini hingga finishing-nya dikerjakan dengan tangan, jadi tas ini 100% handmade.

Tuesday, August 14, 2012

Free Patterns : Crochet Purse, Bag, Tote, Clutch (Pola Gratis : Cara Membuat Tas Rajut dan Dompet Rajut)

Tas dan dompet rajut memang nampak menarik dan terkesan lebih personal karena dibuat secara handmade. Desain dan warna benang juga dapat anda tentukan sendiri sesuai dengan selera anda. Apalagi jika tas ataupun dompet rajut itu adalah buatan tangan anda sendiri tentu ada kepuasan tersendiri jika berhasil membuatnya, bukan? Nah, bila saat ini anda membutuhkan pola tas dan dompet rajut, mungkin dapat anda temukan pada situs-situs berikut ini :
Free Crochet Patterns

Pattern Finder

Tote Bag Crochet

Crochet Purses

Crochet Bags

Crochet Bags Patterns

Chakra Purse

Purses

Crochet Purse

Crochet : Purses & Totes

Supaya tas rajut dan dompet rajut anda terlihat lebih cantik dan menarik, anda dapat menambahkan hiasan berupa Bunga Rajut (Crochet Flower) pada tas rajut dan dompet rajut anda.

Selamat Merajut dan Selamat Berkarya ^_^


BACA JUGA :
~ Burung Hantu (Owl)

~ How To Make Felt Carrot (Wortel Flanel)

~ How To Make Felt Cell Phone Pouch / Case

Cara Membuat Bunga Rajutan

Setelah saya memposting tentang tutorial cara membuat bunga flanel (felt flowers) di sini dan di sini, sekarang giliran bunga rajutan nih yang diposting tutorialnya di blog ini. Setelah saya melakukan pencarian di internet, akhirnya saya mendapatkan beberapa website yang memberikan tutorial cara membuat bunga rajut.
Mari langsung saja disimak tutorialnya nih! :

1. Crochet Flower

2. Crochet a 5 Petal Flower

3. Crochet Flowers and Leaves

4. Free Crochet Pattern Poinsettia

5. How To Crochet A Flower

6. Free Crochet Pattern Flower Hair Tie Scrunchie

7. Crochet Flower

8. Crochet Roses

9. Little Flowers With Leaves Free Crochet

10. Free Pattern Belle Fleur Scarf

11. Easy Crochet Flower Clip

12. How To Make Crochet Flower Coasters

13. Crochet Flower Pattern Rose

14. Bee Happy Flowers

15. Slinky Crochet Flower

16. A Flower A Day Carnation

17. Sparkling Carnation Pin

18. Chrysanthemum

19. Flower Applique

20. Magnolia Blossom

21. Free Pattern No Sew Rose

22. Crochet Flowers
Untuk tutorial merajut bunga dalam bahasa Indonesia bisa dilihat di blog / website berikut ini :
1.
Tutorial Merajut Bunga


2. Bando Bunga Rajut

3. Pola Bunga Sederhana

4. Bros Bunga Rajut Cantik

5. Bros Rajut Bunga Mawar

Membuat bunga rajut memang lebih sulit dan lebih lama dibandingkan membuat bunga flanel, tetapi hasilnya tak kalah bagus koq dibandingkan dengan bunga flanel. Bunga rajut bisa digunakan untuk hiasan baju (bros), hiasan tas / dompet rajutan, hiasan rambut, dan lain sebagainya.
Kalau Crochet Heart Garland memang bukan bunga rajut, tetapi karena design-nya menarik jadi saya masukkan juga di postingan ini, sebagai tambahan inspirasi bagi anda dalam berkreasi :)