Wednesday, April 8, 2015

Tas Rajutan Dengan Benang Katun

Ini adalah tas rajutan yang pertama saya buat. Karena baru belajar membuat tas rajutan maka model tasnya sederhana saja, hanya memakai tusuk dc (double crochet) untuk tasnya dan sc (single crochet) untuk handle-nya. Tas rajutan ini menggunakan benang katun Bali dengan warna bergradasi (biru, ungu, dan kuning).  Bagian dalam tas diberi lapisan kain furing. Bagian luar tas diberi hiasan berupa bunga yang terbuat dari kain flanel berwarna orange. Tas ini diselesaikan dalam waktu lebih dari satu bulan, dikarenakan masih dalam tahap belajar sehingga beberapa kali melakukan kesalahan dalam merajut yang akhirnya tas harus dibongkar beberapa kali dan dirajut ulang dari dasarnya. Beberapa kali pula tas dibongkar dan dirajut ulang dari pertengahan tas.
Setelah tas selesai dibuat, tahap berikutnya adalah membuat tali atau handle tasnya. Saya mencoba beberapa model handle tas rajutan tetapi tidak ada yang cocok sehingga handle dibongkar kembali, hingga akhirnya saya menemukan tutorial How To Make Spiral Crocheted Bag Handle yang dibuat oleh ibu Iin Wibisono. Tutorial tersebut sangat membantu sekali dalam saya menyelesaikan tas rajutan ini.
Setelah berhasil menyelesaikan tas rajutan yang pertama, berikutnya saya belajar membuat Tas Rajutan Dengan Motif Anyaman yang fotonya dapat dilihat di sini.

Roti Pandan Kukus Tanpa Telur


Roti pandan ini dibuat dengan cara dikukus dan tanpa menggunakan telur. Dari 250 gram tepung terigu dapat menghasilkan sebanyak 12 buah roti ukuran kecil. 

Bahan :
250 gram tepung terigu
0,5 sachet ragi instan (Fermipan)
1/4 sendok teh garam
2 sendok makan gula pasir 
2 sendok makan margarin
Air matang secukupnya
Kertas roti secukupnya

Isi : cokelat meses, kacang tanah yang disangrai dan dihaluskan, atau lainnya sesuai selera

Cara membuat :
1. Ragi instan dicampur dengan air hangat. Aduk rata dan biarkan hingga mengembang.

2. Siapkan sebuah wadah plastik (baskom), masukkan tepung terigu, gula pasir, dan garam ke dalam wadah tadi. Tuangi air matang sedikit demi sedikit sambil diuleni. Masukkan ragi yang telah mengembang ke dalam adonan, uleni lagi hingga tercampur rata. Masukkan margarin, uleni lagi sambil adonan dibanting-banting hingga kalis (tidak lengket di wadah).

3. Bulatkan adonan dan letakkan di tengah wadah tadi. Tutup wadah dengan menggunakan kain serbet lembab. Biarkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, buka tutup wadah, lalu kempiskan adonan. Tutup lagi dengan serbet lembab dan biarkan selama 20 menit.

4. Setelah 20 menit, buka tutup wadah dan kempiskan adonan. Lalu bagi adonan menjadi 12 bagian dengan ukuran yang sama besarnya. 

5. Ambil sebuah adonan, pipihkan dan beri bahan isian. Bulatkan dan ratakan. Letakkan adonan pada kertas roti yang telah digunting kecil-kecil. 

6. Panaskan kukusan, lalu kukus adonan tadi hingga matang sekitar 20 menit. 

7. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan letakkan roti di piring. 



Tuesday, April 7, 2015

Cara Memasang Kain Pelapis (Furing) Pada Dompet Rajutan

Setelah saya membuat tutorial mengenai Cara Memasang Retsleting Pada Dompet Rajutan, sekarang saya mencoba membuat tutorial mengenai cara memasang kain pelapis atau furing pada dompet rajutan.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Kain pelapis atau furing dipotong sesuai dengan bentuk dan ukuran dompet yang anda buat. Lebihkan kira-kira 1 cm di setiap sisinya untuk jahitan. Lalu jahit kain pelapis atau furing tadi hingga membentuk kantung (lihat foto 1a). Foto 1b adalah tampak bagian bawahnya.
2. Setelah kantung tersebut selesai dibuat, lalu masukkan kantung tadi ke dalam dompet. Atur dan rapikan posisinya, gunakan jarum pentul untuk mempertahankan posisi kantung agar tidak berubah (lihat foto ke-2). Sebelumnya dompet harus sudah dipasangi retsleting terlebih dahulu, cara memasang retsleting pada dompet rajutan dapat anda lihat disini.
3. Foto ke-3 : siapkan jarum jahit dan benang jahit, lalu jahit dengan hati-hati agar hasil jahitan nampak rapi dan benang jahit tidak nampak dari bagian luar dompet. Ini memerlukan ketelitian agar hasilnya rapi.
4. Foto ke-4 adalah hasil akhirnya setelah furing selesai dijahit menyatu dengan dompetnya.
5. Dompet sudah siap untuk digunakan (foto ke-5).
Dompet rajutan yang saya buat ini memakai motif Crocodile Stitch, dan menggunakan benang katun Bali berwarna ungu muda. Alasnya saya buat berbentuk persegi panjang.
Ini pertama kali saya membuat motif Crocodile Stitch. Sambil belajar merajut sambil sekalian belajar membuat tutorial ini. Walaupun masih ada kekurangan disana-sini, tetapi semoga tutorial ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Monday, April 6, 2015

Cara Memasang Retsleting Pada Dompet Rajutan


Pada postingan kali ini saya
mencoba untuk membuat
tutorial cara memasang
retsleting pada dompet
rajutan.

Caranya adalah :
1. Atur posisi atau letak
retsleting pada dompet dan
tahan posisinya dengan
menyematkan sebuah jarum
pentul (lihat foto 1).

2. Setelah disematkan jarum
pentul, maka jika dilihat
dari bagian luarnya akan
nampak seperti pada foto ke
2.

3. Buatlah jahitan jelujur
untuk menyatukan retsleting
dengan pinggiran dompet
(lihat foto ke 3). Gunakan
benang jahit yang warnanya
berbeda dengan warna
retsletingnya.

4. Setelah selesai membuat
jahitan jelujur, tarik
retsleting hingga menutup,
lalu periksa apakah
retsleting sudah terpasang
dengan benar. Apakah
retsleting nampak
mengkerut atau
bergelombang? Jika tidak
ada masalah maka lanjutkan
ke tahap berikutnya (foto ke
5), tetapi jika masih belum
rapi maka julujuran harus
dibuka dan letak retsleting
harus dirapikan kembali
kemudian dijelujur lagi.
Pada foto ke 4 anda dapat
melihat benang jelujuran
yang berwarna hitam itu
nampak jelas dari bagian
luar dompet.

5. Buatlah jahitan halus
dengan menggunakan
benang jahit yang sewarna
dengan warna dompet dan
retsletingnya. Pada contoh
di foto ke 5 ini saya
menggunakan benang
berwarna putih karena
kebetulan saya tidak
memiliki benang jahit
berwarna ungu muda.

6. Setelah selesai
menyatukan retsleting dan
dompet dengan jahitan
halus, maka jelujuran
dengan benang warna hitam
tadi sudah boleh dilepaskan
(lihat foto ke 6).
Sampai disini sebenarnya
dompet sudah jadi dan
sudah bisa digunakan,
tetapi jika ingin hasil yang
sempurna maka dompet
perlu diberi furing di bagian
dalamnya. Dengan memakai
furing maka dompet rajutan
akan terlihat lebih rapi dan
juga menjadi lebih awet.

Sunday, April 5, 2015

Mawar Rajutan

Saya membuat bunga mawar rajutan ini dengan menggunakan benang katun Bali. Mawar yang disebelah kiri adalah mawar rajutan kedua saya yang menggunakan benang katun Bali dengan warna bergradasi. Sedangkan mawar rajutan pertama saya sudah saya pakai sebagai hiasan Tas Rajut Motif Anyaman yang fotonya dapat anda lihat disini.
Mawar yang disebelah kanan adalah mawar rajutan ketiga yang saya buat dengan tetap menggunakan benang katun Bali, warna merah muda (pink). Berhubung benang pink-nya tinggal sedikit, maka bunga mawarnya pun nampak lebih kecil sedikit dibandingkan dengan mawar yang disebelah kiri.
Bunga mawar rajutan ini dapat digunakan sebagai hiasan tas, topi, baju, dan lain sebagainya. Bisa juga dijadikan bros dengan menambahkan peniti di bagian belakangnya.

Tas Rajut Motif Anyaman

Tas rajut motif anyaman ini dibuat dengan menggunakan benang katun Bali berwarna merah muda (pink) sebanyak 1,5 gulung.
Alas tas dibuat berbentuk oval. Cara membuat motif anyaman ini dapat anda pelajari tutorialnya di Youtube mengenai cara membuat Basket Weave Stitch.
Untuk membuat tali atau handle tas, saya menggunakan tutorial yang dibuat oleh ibu Iin Wibisono (tutorial ini juga ada di youtube).
Hiasan tas berupa mawar rajut. Saya menggunakan teknik mawar gulung. Bagian dalam tas dilapisi dengan kain furing. Dari awal pembuatan tas ini hingga finishing-nya dikerjakan dengan tangan, jadi tas ini 100% handmade.

Monday, May 20, 2013

Cara Memanfaatkan Kaleng Bekas Sebagai Tempat Pensil

1. Siapkan bahan dan alat-alat yang diperlukan : kaleng bekas, kain felt (flanel), kaset bekas, lem, gunting, pensil, lem double tape, hiasan bulu-bulu atau lainnya sesuai kreatifitas anda.




2.Tempelkan lem double tape pada kaleng (lihat gambar) :







3. Lilitkan pita kaset ke sekeliling kaleng yang telah diberi double tape.




4. Lilitkan terus sampai pita kaset menutupi seluruh kaleng.




5.Buatlah gambar bunga pada kain flanel.




6. Gunting gambar bunga tadi.




7. Tempelkan bunga-bunga flanel tadi ke kaleng seperti pada gambar berikut ini :




8. Buat lingkaran-lingkaran kecil dari kain flanel dan tempelkan di bagian tengah bunga (boleh juga anda menggantinya dengan manik-manik atau remboci).




9. Tempelkan hiasan dari bulu-bulu pada bagian bawah kaleng.




10. Kaleng siap untuk digunakan sebagai tempat pensil yang unik dan cantik.





Selamat mencoba......... :)

Catatan : Karya saya ini sudah di-copas oleh beberapa orang tanpa meminta ijin dari saya dan tanpa mencantumkan blog ini sebagai sumbernya. Sungguh tidak tahu malu orang-orang yang melakukan perbuatan hina itu karena mengambil karya orang lain tanpa seijin pemiliknya adalah sama dengan mencuri. Dengan tidak mencantumkan blog ini sebagai sumbernya bisa diartikan bahwa mereka ingin terlihat seolah-olah merekalah yang membuat karya ini padahal mereka cuma copas. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari blog yang isinya hasil copasan. Tukang copas hanya bisa mengkhayal di depan komputer sambil membayangkan hasil copasannya yang dipajang di blognya itu seolah-olah adalah karyanya sendiri padahal karya orang lain. Karena itu jika anda melihat foto-foto seperti ini bertebaran di internet maka anda harus membandingkan tanggal, bulan, dan tahun postingannya. Maka akan terlihat mana yang terlebih dahulu memposting.