Wednesday, November 18, 2015

Puding Santan Vanila Pandan


Kali ini saya membuat Puding Santan Vanila Pandan. Sebenarnya ini hanya puding biasa saja yang dibuat dengan menggunakan produk Agarasa rasa Vanila. Lalu divariasikan dengan menambahkan sedikit pasta pandan ke dalam adonannya sehingga pudingnya menjadi beraroma vanila pandan. Saya hanya menggunakan satu sachet Agarasa rasa Vanila yang kemudian dicampur dengan 20 gram santan bubuk, 900 ml air, dan 200 gram gula pasir atau sesuai selera, lalu dimasak seperti biasa. Kemudian tuang adonan putih itu ke dalam cetakan. Tuang sedikit saja, lalu sisa adonan diberi sedikit pasta pandan, kemudian dipanaskan lagi sambil diaduk-aduk hingga warna hijaunya tersebar merata dalam adonannya. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air, lalu aduk hingga rata dan mendidih. Lalu tuang adonan hijau ke atas adonan putih dan biarkan hingga dingin dan mengeras. 
Nah! Cuma begitu saja cara membuatnya, sederhana dan tidak sulit. Rasa pudingnya juga enak karena menggunakan santan, tetapi jika tidak suka dengan santan maka santannya bisa diganti dengan 1 sachet susu kental manis warna putih. 

Thursday, November 12, 2015

Kue Apem Nasi


Kue apem ini sesuai dengan namanya 'Kue Apem Nasi' memang menggunakan  nasi sebagai salah satu bahan pembuatnya. Tetapi tentu saja menggunakan nasi yang baru matang, jadi bukan menggunakan nasi sisa ya... karena di rumah saya selalu memasak nasi dengan takaran yang pas sehingga tidak pernah ada kelebihan nasi. 
Tentu yang menjadi pertanyaan adalah mengapa menggunakan nasi sebagai salah satu bahan pembuat kue apem? Jawabannya adalah karena nasi bisa menggantikan tepung beras dalam pembuatan kue apem ini. Biasanya kue apem menggunakan tepung beras pada resepnya, tetapi jika tidak ada tepung beras maka bisa juga menggunakan nasi karena nasi juga sama-sama terbuat dari beras. Jadi, nasinya dihaluskan terlebih dahulu, bisa dengan cara diblender atau bisa juga dengan cara diulek seperti mengulek sambal. Setelah nasinya halus lalu dicampur dengan tepung terigu, gula pasir, ragi instant 'Fermipan', santan bubuk atau santan cair juga boleh, dan tambahkan pasta pandan secukupnya. Lalu tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga semua bahan tercampur rata. Setelah itu tutup dengan serbet lembab dan biarkan selama kira-kira 40 menit. Setelah 40 menit, adonan dituang ke dalam cetakan yang telah diolesi dengan margarin atau minyak goreng. Lalu masukkan cetakan ke dalam kukusan dan kukus selama 25 menit atau hingga matang. Sebelumnya kukusan harus sudah dipanaskan terlebih dahulu dan tutup kukusan sebaiknya dilapisi dengan serbet untuk mencegah agar uap air tidak menetes ke atas adonan. 
Nah! Karena kue apem ini cuma hasil coba-coba ala kadarnya, jadi tidak ada perincian resepnya yaaa.... Sebab ketika saya mencampur bahan-bahannya pun tidak diukur dengan menggunakan alat timbangan tetapi hanya sekedar dikira-kira saja. Yang penting jumlah airnya jangan kebanyakan supaya adonan tidak menjadi terlalu encer. Adonan harus cukup kental tetapi tidak terlalu kental. Ini memang butuh pengalaman, tapi bagi anda yang sudah biasa membuat kue pasti bisa memperkirakan seberapa kentalnya adonan. 
Kue Apem Nasi ini adalah percobaan saya yang ketiga kalinya dan di percobaan ketiga inilah yang hasilnya cukup memuaskan. Teksturnya lembut dan rasanya juga enak, mungkin karena saya menggunakan santan dalam adonannya. 
Nah! Jika anda ingin mencoba membuat kue apem nasi, resepnya sudah banyak bertebaran di internet, tinggal dicari saja :) 

Sunday, October 11, 2015

Puding Santan Tape Singkong


Tape singkong selain enak jika dibuat menjadi cake tape singkong, ternyata juga enak jika dibuat menjadi puding, apalagi dengan ditambahkan santan yang membuat rasa pudingnya menjadi lezat gurih khas rasa santan. Tetapi kalau tidak suka puding santan maka santannya tinggal diganti saja dengan susu kental manis putih dengan takaran sesuai selera anda.

Satu resep ini bisa menghasilkan 12 buah puding. Saya menggunakan cetakan kue putu ayu untuk mencetak puding-puding ini. Berikut ini adalah resepnya.

Bahan :
1 sachet agar-agar bubuk Swallow Globe warna hijau
Tape singkong (beli Rp. 2.000,- saja di pasar tradisional)
200 gram gula pasir atau sesuai selera
1 sachet santan Kara kemasan 65 ml
800 ml air 
Pasta pandan secukupnya

Cara membuat :
1. Tape dicuci dengan air keran yang mengalir, buang serat kasarnya. Lalu tape diblender hingga halus. Sisihkan.

2. Siapkan sebuah panci. Masukkan agar-agar bubuk dan gula pasir ke dalam panci. Aduk rata. Tuang air dan santan ke dalam panci, beri sedikit pasta pandan lalu aduk-aduk hingga bubuk agar-agarnya larut dan tidak menggumpal. Masukkan tape singkong yang sudah diblender tadi ke dalam panci, lalu aduk rata. 

3. Nyalakan kompor, lalu masak semua bahan tadi hingga mendidih sambil diaduk-aduk. Setelah mendidih, kecilkan api kompor dan terus aduk-aduk adonannya sampai dirasa cukup matang lalu matikan api kompor.

4. Tuang adonan ke dalam loyang atau cetakan puding dan biarkan hingga dingin dan mengeras, lalu keluarkan puding dari cetakannya dan puding pun siap disantap. 



Monday, October 5, 2015

Cake Nutrisari (Cake Rasa Jeruk)


Postingan pertama di awal bulan Oktober ini adalah "Cake Nutrisari" yaitu cake atau kue bolu dengan rasa jeruk yang mana rasa jeruknya ini menggunakan minuman serbuk merk Nutrisari yang dicampur ke dalam adonan kue. Mengenai rasanya tak perlu diragukan lagi karena sudah pasti rasa jeruk Nutrisari-nya berasa banget. Cake yang sebenarnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa rasanya karena efek penambahan minuman serbuk Nutrisari ini yang membuat cake menjadi beraroma jeruk dan berasa jeruk pula. Cara membuatnya juga tidak terlalu sulit karena sebenarnya ini cake biasa, hanya saja ditambahkan minuman serbuk Nutrisari pada adonan cake. 
Resep cake Nutrisari bukan resep baru yah... karena resep cake Nutrisari ini sudah ada sejak lama sekali, sekitar tahun 1990-an memang sudah ada resep cake Nutrisari. Tetapi memang belum banyak orang yang mengetahui kalau ternyata minuman serbuk Nutrisari bisa dijadikan campuran untuk membuat kue. 
Nah! Kemarin saya membuat cake Nutrisari ini dan untunglah hasilnya sukses, kue bisa mengembang dan tidak bantat. Tekstur cake-nya lembut dengan rasa dan aroma khas jeruk Nutrisari. Warna cake yang nampak kuning jeruk juga memikat dan mengundang selera untuk menyantapnya. Jika Anda ingin mencoba membuat cake Nutrisari--berikut ini adalah resepnya :

Bahan :
100 gram tepung terigu
175 gram margarin (saya pakai margarin Royal Palmia), cairkan
125 gram gula pasir
4 butir telur
1 sachet minuman serbuk Nutrisari rasa jeruk

Cara membuat :
1. Campur tepung terigu dengan minuman serbuk Nutrisari rasa jeruk. Aduk rata. Sisihkan.

2. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang. Gunakan mixer dengan kecepatan tinggi.

3. Setelah adonan mengembang lalu matikan mixer. Kemudian masukkan campuran tepung terigu dan minuman serbuk Nutrisari sedikit demi sedikit, nyalakan mixer dengan kecepatan rendah untuk mengaduk adonan hingga semua bahan tercampur rata.

4. Setelah tercampur rata lalu matikan mixer. Tuang margarin cair ke dalam adonan, aduk dengan menggunakan spatula. 

5. Tuang adonan ke dalam loyang ukuran 18 x 18 cm yang telah dioles dengan margarin dan ditaburi tepung terigu. Oven selama 30 menit atau hingga cake matang. Setelah matang biarkan cake dalam loyang hingga agak dingin, baru setelah itu cake dikeluarkan dari dalam loyang. 



Monday, September 21, 2015

Donat Mini (Donat Tanpa Telur)


Donat, siapa sih yang tidak tahu donat? Semua orang juga tahu apa itu donat, karena donat sudah menjadi makanan yang merakyat. Kita dapat menjumpai donat di berbagai lokasi penjualan dari mall hingga pasar tradisional, tentunya dengan harga dan kualitas yang berbeda antara donat yang dijual dengan harga mahal dengan donat yang dijual dengan harga murah. 

Nah! Hari ini saya mencoba membuat donat sendiri dengan memanfaatkan sisa terigu yang ada di rumah. Kebetulan saya punya sedikit terigu, tapi saya lupa menimbang beratnya, jadi tidak tahu berapa takaran terigu yang saya gunakan pada resep ini. Tapi kalau dikira-kira berat terigunya kurang dari 250 gram. Mungkin hanya sekitar 200 gram saja. 
Dengan terigu seadanya, saya mencoba membuat donat. Tadinya hendak dibuat bakpao, tetapi karena dulu sudah pernah membuat bakpao maka sekarang bikin donat saja. Resepnya hanya serba dikira-kira saja, maklumlah bahan-bahannya saja hanya seadanya saja. Nah! Ini resepnya :

Bahan :
+/- 200 gram tepung terigu 
1,5 sendok makan gula pasir
1 sendok makan margarin
1 sendok makan peres Fermipan
Air matang secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat :
1. Campur ragi instan Fermipan dengan 1,5 sendok makan air hangat. Aduk rata dan tunggu hingga ragi bereaksi. Tandanya bereaksi yaitu ragi akan mengental dan berbuih halus. Air yang digunakan jangan terlalu panas karena akan menyebabkan ragi menjadi mati dan tidak dapat digunakan.

2. Sambil menunggu raginya bereaksi, siapkan bahan-bahan lainnya. Tuang tepung terigu ke dalam wadah (baskom plastik), masukkan gula pasir, aduk-aduk pakai sendok supaya gula pasir tercampur rata dengan terigu. Tuang sedikit air matang, uleni pakai tangan. Menuang airnya harus sedikit-sedikit, sebab jika kebanyakan air maka adonan akan menjadi terlalu lembek. Lalu masukkan ragi ke dalam adonan. Uleni lagi pakai tangan hingga tercampur rata. Masukkan margarin, dan uleni lagi sambil dibanting-banting hingga adonan menjadi kalis dan tidak lengket lagi di tangan dan di baskom.

3. Adonan yang sudah kalis lalu dibulatkan dan taruh di tengah baskom. Tutup baskomnya dengan serbet basah (lembab) atau tutup dengan plastik wrap. Diamkan selama 45 menit. Setelah 45 menit, buka tutupnya lalu kempiskan adonan dengan menekannya pakai tangan seperti menonjok. Lalu tutup lagi baskomnya dengan serbet basah dan diamkan selama 15 menit. Setelah 15 menit buka tutup baskom dan bagi adonan menjadi beberapa bagian yang sama besarnya. Masing-masing bagian dibulatkan dan taruh di loyang yang sudah diolesi margarin. 

4. Siapkan wajan cekung (kuali), tuang minyak goreng secukupnya ke dalam wajan dan nyalakan kompornya. Ambil satu bulatan adonan, lubangi tengahnya dengan menggunakan jari telunjuk, lalu masukkan adonan ke dalam wajan dan goreng hingga salah satu sisinya matang. Balik dan goreng hingga matang di kedua sisinya. Angkat dan tiriskan. Lanjutkan menggoreng adonan berikutnya hingga selesai.

Resep ini menghasilkan 7 buah donat mini. Bentuk donatnya memang tidak menarik karena dibuat tanpa menggunakan cetakan dan bahan-bahannya pun seadanya saja. Tetapi yang penting saya berhasil membuat donat walaupun dengan bahan-bahan yang tidak lengkap, bahkan terigunya pun kurang dari seperempat kilo. Dan yang lebih penting lagi donatnya berhasil mengembang dan bisa dimakan walaupun tanpa memakai topping tetapi rasanya sudah cukup manis dan enak. 


Sunday, September 13, 2015

Kuwe Shanghi Kau


Ketika saya sedang melintas di Jalan Pancoran, Jakarta-Kota, saya melihat ada orang yang menjual beraneka macam kue di sisi kiri Jalan Pancoran (jika datang dari arah Glodok). Saya sempat mampir ke lapak kecilnya itu untuk sekedar melihat-lihat ada kue apa saja disana. Ternyata pedagang itu menjual kue sopia, ting-ting kacang, dan kue berbentuk persegi panjang yang dibungkus dengan kertas berwarna merah dengan tulisan berwarna kuning keemasan. Pada kemasan itu tertera namanya adalah "Kuwe Shanghi Kau" produksi perusahaan kue "Thay Hoeng."
Kue ini sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dan tetap memiliki rasa yang sama alias tidak berubah walaupun jaman telah berubah. 


Kue ini ketika dimakan terasa ringan di mulut. Rasa manisnya hanya samar-samar saja. Sulit untuk dijelaskan secara mendetail mengenai rasanya. Anda harus mencobanya sendiri untuk mengetahui rasa kue ini. Saya berusaha mencari informasi mengenai resep dan cara membuat kue ini tetapi saya belum berhasil mendapatkan informasi yang dicari walaupun saya sudah melakukan  browsing di Google. Ada orang yang mengatakan kalau kue tersebut bernama  "Kue Satu", tetapi setahu saya bentuk, rasa, dan tekstur "Kue Satu" berbeda dengan kue yang ada di foto itu. Ada juga yang mengatakan kalau kue itu bernama "Kue Koyah" yang terbuat dari kacang hijau kupas dan ada campuran tepung berasnya. 
Apapun nama kue ini yang jelas kue ini enak :)

Friday, September 4, 2015

Apa Itu Caipo?

Tidak terasa sudah lama juga saya tidak meng-update blog ini. Kadang suka kehabisan ide atau kadang merasa jenuh atau bosan sehingga cukup lama tidak membuat postingan baru untuk blog ini. 

Baiklah untuk mengawali bulan September ini saya membuat postingan baru dengan judul Apa Itu Caipo? Mungkin anda masih bingung apa itu caipo? Seperti apakah caipo itu? Sebenarnya caipo (caipoh) adalah nama makanan yang terbuat dari sayur lobak yang telah diawetkan.  Selain caipo, ada juga tongcai. Kalau tongcai rasanya lebih asin daripada caipo dan lebih cocok untuk campuran dalam tumisan supaya rasa asinnya tidak terlalu terasa. Sedangkan caipo selain bisa dicampur dengan masakan lain, bisa juga langsung dimakan karena rasanya tidak terlalu asin, bahkan cenderung agak manis. Biasanya caipo dimakan bersama bubur, makanya ada istilah bubur caipo. Jadi caipo-nya diiris-iris dulu sebelum ditaburkan ke atas bubur. Caipo ini bentuknya memanjang, jadi harus diiris-iris dulu sebelum digunakan. Boleh juga tidak diiris, tergantung jenis masakannya apa.  Kalau ingin caipo terlihat jelas dalam masakan, ya gunakan caipo utuh tanpa diiris.  Jadi semuanya kembali pada selera memasak masing-masing oranglah... Nah! Selain untuk dimakan dengan bubur, caipo juga bisa dicampur dengan telur dadar.  Jadi sebelum telurnya didadar, masukkan dulu irisan caipo ke dalam telur, tambahkan garam secukupnya dan bahan-bahan lainnya (irisan bawang merah, bawang putih, cabe merah, atau bahan lainnya sesuai selera anda) lalu telur dikocok lepas, kemudian didadar hingga matang.  Bisa juga caipo dicampur dengan nasi goreng. Caranya sama seperti membuat nasi goreng biasa. Siapkan bumbu nasi goreng yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan cabe merah, lalu ditumis hingga harum. Kemudian masukkan bahan-bahan pelengkap nasi goreng, misalnya bakso, orak-arik telur, sosis, dan sekalian caipo dimasukkan ke wajan. Lalu masukkan nasinya, dan jangan lupa diberi garam secukupnya, kecap manis, kecap asin, kecap ikan atau bumbu lainnya sesuai selera anda. Kalau mau praktis pakai saja bumbu nasi goreng instan.

Lalu berapa harga caipo? Saya membeli caipo yang ada di dalam foto itu seharga Rp.4.000,- per bungkus di salah satu pasar tradisional di Jakarta (tahun 2015). Sayangnya caipo itu tidak memiliki merk dan tidak tercantum berapa berat bersihnya. Tetapi isinya cukup lumayan banyak dan bisa untuk beberapa kali memasak.